PROFIL TANAH
Sobat My
Earth Planet, ketahuilah bahwa tanah merupakan
bagian dari permukaan bumi yang terbentuk dari bahan induk (bebatuan) yang
telah mengalami proses pelapukan akibat pengaruh iklim terutama faktor curah
hujan, suhu dan pengaruh aktivitas organisme hidup termasuk vegetasi, organisme
(manusia) pada suatu topografi atau relief tertentu dalam jangka waktu tertentu
pula.
Tanah
sebagai hasil pelapukan merupakan proses alamiah akibat bekerjanya gaya-gaya
alami baik secra fisik maupun kimiawi yang menyebabkan terjadinya
pemecah-belahan, penghancur-luluh-lantahkan dan trasnformasi bebatuan dan
minera;-mineral penyusunnya menjdi material lepas (regolit) di permukaan bumi
(Kemas, 2004).
Menurut
Hardjowigeno (2003)
bahwa horizon dan lapisan utama dalam tanah yang masing-masing diberi symbol dengan
satu huruf capital yaitu (dari atas ke bawah) O, A, E, B, C dan horizon yang
berbentuk batuan atau horizon R, ada enam yaitu:
1.
Horizon O adalah
lapisan yang didominasi oleh bahan organik. Sebagian besar horizon O tersusun
dari serasah segar yang belum terdekomposisi atau sebagian telah terdekomposisi
yang telah tertimbun di permukaan. Serasah seperti ini dapat berada di atas
permukaan tanah mineral atau tanah organik.
2.
Horizon A adalah
horizon mineral yang terbentuk pada permukaan tanah atau di bawah suatu horizon
O. Horizon ini memperlihatkan kehilangan seluruh atau sebagian besar struktur
batuan asli dan menunjukkan salah satu atau kedua sifat berikut yaitu akumulasi
bahan organik terhumifikasi yang bercampur sangat intensif dengan fraksi
mineral, dan tidak di dominasi oleh sifat-sifat yang merupakan karakteristik
horizon E atau B.
3.
Horizon E adalah
horizon mineral yang kenampakan utamanya adalah kehilangan liat silikat, besi,
alumunium atau beberapa kombinasi senyawa-senyawa tersebut, meninggalkan suatu
konsentrasi partikel-partikel pasir dan debu. Horizon ini memperlihatkan
lenyapnya seluruh atau sebagian terbesar dari struktur batuan aslinya. Horizon
E dibedakan dari horizon B di bawahnya dalam sequm tanah sama , oleh warna
dengan value lebih tinggi atau chrome lebih rendah, atau kedunya, oleh tekstur
yang lebih kasar atau oleh suatu kombinasi dari sifat-sifat tersebut.
4.
Horizon B dalah
horizon-horison yang terbentuk di bawah suatu horizon A, E atau O.
horizon-horison ini didominasi oleh lenyapnya seluruh atau sebagian terbesar
sari struktur batuan aslinya, dan memperlihatkan satu atau lebih sifat-sifat
seperti : Konsentrasi atau penimbunan secara aluvial dari liat silikat, senyawa
besi, senyawa alumunium, humus, senyawa karbonat, gispsum, atau silika, secara
mandiri atau dalam kombinasi. Tanda-tanda atau gejala adanya pemindahan atau
penambahan senyawa karbonat. Konsentrasi oksidan-oksidan secar residu.
Penyelaputan sesquioksida yang mengakibatkan horizon terlihat jelas menpunyai
value warna lebih rendah, chrome lebih tinggi atau hue lebih merah tanpa proses
iluviasi semyawa besi yang terlihat jelas.
5.
Horizon C adalah
horison atau lapisan, tidak termasuk batuan dasar yang lebih keras dan
tersementasi kuat, yang dipengaruhi sedikit oleh proses pedogenik, serta tidak
memiliki sifat-sifat horizon O, A, E, atau B. Sebagian besar merupakan
lapisan-lapisan mineral. Suatu horizon C mungkin saja telah mengalami
perubahan, walaupun tidak terdapat tanda-tanda adanya proses pedogenesis.
6.
Horizon R adalah
batuan dasar tersementasi kuat sampai mengeras.Granit, basalt, kuarsit,
batugamping, dan batupasir adalah contoh batuan dasar yang diberi symbol dengan
huruf R. Lapisan R cukup kompak jika lembab sehingga cukup sulit di gali dengan
sekop walaupun lapisan tersebut dapat pecah berkeping-keping.
Tekstur Tanah
Sobat
My Earth Planet, pada ilmu tanah di kenal pula dengan tekstur tanah, tekstur
tanahlah yang menentukan sejauh mana kemampuan tanah dalam menahan air dan
menyimpannya. Semakin tekstur tanah tersebut mendekati tekstur pasir maka
kemampuan tanah dalam menahan air semakin rendah, pengetahuan terhadap tekstur
tanah tersebut sangat di butuhkan untuk mengetahui jenis tanah tersbut dan
lahan tersebut terhadap cocok atau tidaknya untuk tanaman tertentu.
Berdasarkan
atas perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu dan liat maka tanah
dikelompokkan ke dalam beberapa macam kelas tekstur yang dibedakan berdasarkan
presentase kandungan pasir, debu dan liat.Kelas kasar terdiri dari pasir dan pasir
berlempung.Kelas agak kasar terdiri dari lempung berpasir dan lempung berpasir
halus. Tanah-tanah yang bertekstur pasir, karena butiran butirannya berukuran lebih besar, maka setiap
satuan berat (misalnya setiap gram) mempunyai luas permukaan yang lebih kecil
sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara. Tanah-tanah bertekstur
liat, karena lebih halus maka setiap satuan berat mempunyai luas permukaan yang
lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara
tinggi.Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam reaksi kimia dari pada tanah
bertekstur kasar (Hardjowigeno, 2003).
PH Tanah
Sobat My Earth Planet, Salah
satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi optimal dari tanaman adalah pH tanah. Reaksi tanah
yang dinyatakan dengan pH menunjukkan sifat kemasaman atau konsentrasi ion H+ dan ion OH- dalam tanah.pH yang
dibutuhkan oleh tanaman adalah pH yang sesuai dengan keadaan anatomi dan
fisiologis daripada tanaman tersebut, oleh sebab itu pH perlu diubah agar sesuai
kebutuhan tanaman. Namun usaha ini tidak mudah sebab ada penghambat yang
disebut Buffer (sanggahan), yang merupakan suatu sifat umum dari campuran
asam-basa dan garamnya (Foth, 1998).
pH
tanah sangat penting bagi tanaman dalam menentukan mudah tidaknya unsur-unsur
hara diserap oleh tanaman, hal ini menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur
beracun yang dapat mempengaruhi aktivitas organisme. Tanah-tanah masam umumnya
dijumpai pada daerah beriklim basah.Dalam tanah tersebut konsentrasi ion H+ melebihi konsentrasi
ion OH-. Tanah
ini mengandung Al, Fe, dan Mn terlarut dalam jumlah besar.Akibatnya, reaksi
basa dengan tanahnya hanya mengandung sedikit Al, Fe, dan Mn yang terlarut
(Foth, 1998).
Penentuan
pH dapat ditentukan baik dilapangan atau di Laboratorium.Hal ini perlu
diketahui karena pH tanah merupakan gambaran diagnosis dari nilai yang khusus.
Reaksi tanah yang penting karena dengan mengetahui pH maka dapat pula diketahui
apa yang akan diberikan pada atanaman, baik pupuk maupun bahan organik lainnya
serta jumlah kadar air untuk pertumbuhan tanaman (Foth, 1998).











0 comments:
Post a Comment