MEWASPADAI SEJAK DINI, BAHAYA NUKLIR ANCAM KELANGSUNGAN HIDUP DI BUMI

wahai sobat My Earth Planet, Tahukah anda bahwa energi di era yang serba digital ini boleh di bilang cukup luar biasa, dengan hanya memanfaatkan benda yang sangat kecil bisa menghasilkan tenaga yang sangat besar di tambah pemakaiannya cukup lama. sehinggah energi akan semakin irit dan terjaga. yaa... tenaga tersebut di namakan tenaga Nuklir, Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen meledak. 

so, itu sedikit gambaran mengenai nuklir dalam ilmu fisika, dalam manfaatnya di kehidupan sehari-hari bisa kita mengambil contoh pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe.

Hanya saja, jika pemanfaatannya tidak di kontrol dengan baik dengan perilaku yang baik akan dapat mengakibatkan kerusakan pada alam yang sangat parah, contohnya seperti yang di laporkanPara peneliti dari Colorado mempelajari akibat dari perang nuklir dengan melihat hasil dari perang nuklir regional antara India dan Pakistan di mana masing-masing pihak meledakan 50 senjata dengan berat masing-masing sebesar 15 kiloton.

Mereka kemudian menggunakan model komputer untuk menguji dampak perang nuklir terhadap bumi dan lingkungannya, dan hasilnya menggambarkan hal-hal mengerikan akan terjadi setelah perang nuklir. Hasil langsung dari 100 nuklir dengan ukuran yang sama seperti yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima, maka jika diledakan akan melepaskan lima megaton karbon hitam ke atmosfer. Akibatnya sinar matahari akan terhalangi dan berakibat fatal bagi manusia.

Setelah itu akan terjadi hujan karbon hitam - cuaca yang sangat mematikan yang akan menghancurkan apa yang tersisa setelah perang nuklir. Dan setelah itu pula suhu di bumi akan mulai menurun. Satu tahun setelah perang nuklir, suhu di bumi akan turun sebesar 1 derajat Celcius, sedangkan setelah lima tahun suhu di bumi akan semakin menurun menjadi 1,5 derajat C yang akan membuat suhu di bumi jadi sangat dingin.

Penurunan suhu akan membuat cuaca jadi sangat dingin dan akan menurunkan "salju pembunuh" yang akan memperlambat pertumbuhan tanaman selama 10 sampai 40 hari. Selain penurunan suhu, para peneliti juga mengatakan bahwa lapisan ozon global akan hilang sebesar 20 persen sampai 50 persen, di mana kejadian seperti itu belum pernah terjadi sepanjang sejarah umat manusia. Sementara itu, akibat dari hilangnya setengah lapisan ozon, hal itu akan meningkatkan sinar UV di beberapa lokasi sebanyak 80 persen. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kanker kulit (Daily Mail, Selasa 22/7/2014).
 
sobat My Earth Planet, penelitian tersebut sudah cukup memberikan gambaran mengenai nuklir yang di salah gunakan oleh umat manusia yang berakibat kepunahan pada planet kita jika terus menerus di biarkan. belum lagi gambaran suram akan semakin parahnya dan serakahnya umat manusia dalam memanfaatkan nuklir telah di gambarkan oleh beberapa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada perang nuklir di masa depan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa AS memiliki 7260 dan Rusia memiliki 7500 hulu ledak nuklir, Menurut temuan SIPRI, AS, Rusia, Inggris dan Perancis memiliki sekitar 4300 senjata nuklir yang siap beroperasi, 1800 di antaranya berada dalam situasi siaga. Adapun Cina ditaksir memiliki 260 hulu ledak nuklir, sedikit bertambah dibandingkan tahun lalu dan India saat ini memiliki 90 hingga 110 hulu ledak, dan Pakistan antara 100 sampai 120. Sementara persediaan nuklir Israel tidak banyak berubah dan tetap berada di kisaran 80 hulu ledak, Terakhir Korea Utara yang pertamakali menggelar ujicoba nuklir 2006 silam diyakini memiliki 6 hingga 8 senjata nuklir. (karangan seadanya dengan berbagai sumber)

0 comments:

Post a Comment