PROFIL TANAH


Sobat My Earth Planet, ketahuilah bahwa tanah merupakan bagian dari permukaan bumi yang terbentuk dari bahan induk (bebatuan) yang telah mengalami proses pelapukan akibat pengaruh iklim terutama faktor curah hujan, suhu dan pengaruh aktivitas organisme hidup termasuk vegetasi, organisme (manusia) pada suatu topografi atau relief tertentu dalam jangka waktu tertentu pula.

Sumber : https://jmuntoyib.files.wordpress.com/2013/09/gggg.jpg


Tanah sebagai hasil pelapukan merupakan proses alamiah akibat bekerjanya gaya-gaya alami baik secra fisik maupun kimiawi yang menyebabkan terjadinya pemecah-belahan, penghancur-luluh-lantahkan dan trasnformasi bebatuan dan minera;-mineral penyusunnya menjdi material lepas (regolit) di permukaan bumi (Kemas, 2004).


Menurut Hardjowigeno (2003) bahwa horizon dan lapisan utama dalam tanah yang masing-masing diberi symbol dengan satu huruf capital yaitu (dari atas ke bawah) O, A, E, B, C dan horizon yang berbentuk batuan atau horizon R, ada enam yaitu:


1.        Horizon O adalah lapisan yang didominasi oleh bahan organik. Sebagian besar horizon O tersusun dari serasah segar yang belum terdekomposisi atau sebagian telah terdekomposisi yang telah tertimbun di permukaan. Serasah seperti ini dapat berada di atas permukaan tanah mineral atau tanah organik. 


2.        Horizon A adalah horizon mineral yang terbentuk pada permukaan tanah atau di bawah suatu horizon O. Horizon ini memperlihatkan kehilangan seluruh atau sebagian besar struktur batuan asli dan menunjukkan salah satu atau kedua sifat berikut yaitu akumulasi bahan organik terhumifikasi yang bercampur sangat intensif dengan fraksi mineral, dan tidak di dominasi oleh sifat-sifat yang merupakan karakteristik horizon E atau B.


3.        Horizon E adalah horizon mineral yang kenampakan utamanya adalah kehilangan liat silikat, besi, alumunium atau beberapa kombinasi senyawa-senyawa tersebut, meninggalkan suatu konsentrasi partikel-partikel pasir dan debu. Horizon ini memperlihatkan lenyapnya seluruh atau sebagian terbesar dari struktur batuan aslinya. Horizon E dibedakan dari horizon B di bawahnya dalam sequm tanah sama , oleh warna dengan value lebih tinggi atau chrome lebih rendah, atau kedunya, oleh tekstur yang lebih kasar atau oleh suatu kombinasi dari sifat-sifat tersebut. 


4.        Horizon B dalah horizon-horison yang terbentuk di bawah suatu horizon A, E atau O. horizon-horison ini didominasi oleh lenyapnya seluruh atau sebagian terbesar sari struktur batuan aslinya, dan memperlihatkan satu atau lebih sifat-sifat seperti : Konsentrasi atau penimbunan secara aluvial dari liat silikat, senyawa besi, senyawa alumunium, humus, senyawa karbonat, gispsum, atau silika, secara mandiri atau dalam kombinasi. Tanda-tanda atau gejala adanya pemindahan atau penambahan senyawa karbonat. Konsentrasi oksidan-oksidan secar residu. Penyelaputan sesquioksida yang mengakibatkan horizon terlihat jelas menpunyai value warna lebih rendah, chrome lebih tinggi atau hue lebih merah tanpa proses iluviasi semyawa besi yang terlihat jelas. 


5.        Horizon C adalah horison atau lapisan, tidak termasuk batuan dasar yang lebih keras dan tersementasi kuat, yang dipengaruhi sedikit oleh proses pedogenik, serta tidak memiliki sifat-sifat horizon O, A, E, atau B. Sebagian besar merupakan lapisan-lapisan mineral. Suatu horizon C mungkin saja telah mengalami perubahan, walaupun tidak terdapat tanda-tanda adanya proses pedogenesis.


6.        Horizon R adalah batuan dasar tersementasi kuat sampai mengeras.Granit, basalt, kuarsit, batugamping, dan batupasir adalah contoh batuan dasar yang diberi symbol dengan huruf R. Lapisan R cukup kompak jika lembab sehingga cukup sulit di gali dengan sekop walaupun lapisan tersebut dapat pecah berkeping-keping.



Tekstur Tanah

Sobat My Earth Planet, pada ilmu tanah di kenal pula dengan tekstur tanah, tekstur tanahlah yang menentukan sejauh mana kemampuan tanah dalam menahan air dan menyimpannya. Semakin tekstur tanah tersebut mendekati tekstur pasir maka kemampuan tanah dalam menahan air semakin rendah, pengetahuan terhadap tekstur tanah tersebut sangat di butuhkan untuk mengetahui jenis tanah tersbut dan lahan tersebut terhadap cocok atau tidaknya untuk tanaman tertentu.


Berdasarkan atas perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu dan liat maka tanah dikelompokkan ke dalam beberapa macam kelas tekstur yang dibedakan berdasarkan presentase kandungan pasir, debu dan liat.Kelas kasar terdiri dari pasir dan pasir berlempung.Kelas agak kasar terdiri dari lempung berpasir dan lempung berpasir halus. Tanah-tanah yang bertekstur pasir, karena butiran  butirannya berukuran lebih besar, maka setiap satuan berat (misalnya setiap gram) mempunyai luas permukaan yang lebih kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara. Tanah-tanah bertekstur liat, karena lebih halus maka setiap satuan berat mempunyai luas permukaan yang lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara tinggi.Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam reaksi kimia dari pada tanah bertekstur kasar (Hardjowigeno, 2003).


PH Tanah

Sobat My Earth Planet, Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan  dan produksi optimal dari tanaman adalah pH tanah. Reaksi tanah yang dinyatakan dengan pH menunjukkan sifat kemasaman atau konsentrasi ion H+ dan ion OH- dalam tanah.pH yang dibutuhkan oleh tanaman adalah pH yang sesuai dengan keadaan anatomi dan fisiologis daripada tanaman tersebut, oleh sebab itu pH perlu diubah agar sesuai kebutuhan tanaman. Namun usaha ini tidak mudah sebab ada penghambat yang disebut Buffer (sanggahan), yang merupakan suatu sifat umum dari campuran asam-basa dan garamnya (Foth, 1998).


pH tanah sangat penting bagi tanaman dalam menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap oleh tanaman, hal ini menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun yang dapat mempengaruhi aktivitas organisme. Tanah-tanah masam umumnya dijumpai pada daerah beriklim basah.Dalam tanah tersebut konsentrasi ion H+ melebihi konsentrasi ion OH-. Tanah ini mengandung Al, Fe, dan Mn terlarut dalam jumlah besar.Akibatnya, reaksi basa dengan tanahnya hanya mengandung sedikit Al, Fe, dan Mn yang terlarut (Foth, 1998).


Penentuan pH dapat ditentukan baik dilapangan atau di Laboratorium.Hal ini perlu diketahui karena pH tanah merupakan gambaran diagnosis dari nilai yang khusus. Reaksi tanah yang penting karena dengan mengetahui pH maka dapat pula diketahui apa yang akan diberikan pada atanaman, baik pupuk maupun bahan organik lainnya serta jumlah kadar air untuk pertumbuhan tanaman (Foth, 1998).




0 comments:

Post a Comment

TAHUKAH ANDA? JIKA UDARA JUGA MEMERLUKAN KESEIMBANGAN

Sumber : https://lh4.googleusercontent.com
Sobat My Earth Planet, tahukah anda jika di alam ini sangat di perlukan yang namanya keseimbangan, setiap benda yang ada di bumi dan jagat raya ini semuanya di ciptakan oleh Allah dengan penuh perhitungan dan pasti berada dalam keseimbangan, jika kita lihat ada yang tak seimbang itu tak lain dari ulah campur tangan manusia yang serakah dan membuat kerusakan di darat dan di lautan.



Dalam ilmu Meteorologi dan Klimatologi, juga dikenal dengan teori Buys Ballot yang menjelaskan tentang keseimbangan suhu udara di bumi yang menyebabkan adanya angin, dan terjadinya siklus hidrologi.


Sobat My Eart Planet, teori ini menjelaskan bahwa angin selalu bergerak ke wilayah suhu terendah, untuk melakukan keseimbangan. Jadi menurut teori ini, bahwa adanya pergerakan angin itu di sebabkan oleh karena adanya perbedaan suhu di suatu wilayah, ada panas dan ada yang dingin. Angin akan bergerak dari udara yang panas menuju udara yang dingin, itulah konsep dasar keseimbangan dalam suhu yang menyebabkan adanya angin.


Adanya Suhu udara dan angin menyebabkan adanya siklus hidrologi, karena air tidak akan menguap di lautan jika tak ada panas yang di pancarkan oleh matahari, setelah terjadi uap kemudian angin akan membawanya kedaerah yang yang suhunya rendah (dingin), dan daerah yang dingin itu selalu identik dengan ketinggian dan sejuk(masih banyak pepohonan). Sehinggan angin akan membawa uap air ini menuju wilayah ketinggian seperti gunung, pegunungan atau bukit yang tinggi. 


Setelah massa uap tersebut mencapai klimaksnya dan suhunya telah berubah menjadi lebih dingin maka akan terjadi presipitasi atau di kenal dengan nama hujan, hujan kemudian jatuh ke bumi dan segera membasahi apa yang di laluinya, ada yang mengalir di permukaan tanah dan ada juga yang meresap ke dalam tanah.


Sobat My Earth Planet, semua hal itu tak akan terjadi atau bahkan terjadi tapi terjadi kekacauan jika kita menggangu keseimbangan yang ada, keseimbangan yang telah Allah ciptakan. Seperti misalnya terjadinya musim kemarau berlebihan dan mencairnya es di kutub di akibatkan pemanasan global, juga penebangan pohon di wilayah hutan lindung mengakibatkan kurangnya pasokan air di wilayah hulu. Dan jika pada musim hujan maka akan kebanjiran karena sudah tidak ada lagi wilayah serapan dan penahan air, juga perbedaan suhu diantara kedua suhu tersebut antara panas dan dingin terlalu jauh, sehingga badai angin sering terjadi.


Pada siklus hidrologi akan mengalami ganguan, jika penyebab siklus ini terganggu maka efek dari hal tersebut akan mengakibatkan ketimpangan pada pemerataan suhu dan air di bumi, belum lagi kerusakan yang lainnya seperi hujan asam yang di sebabkan oleh limbah kimia asap dari pabrik, hujan ini membuat tumbuh-tumbuhan akan mati dan dan tanah menjadi tak layak untuk di tanami bahkan bangunan seperti rumah dan perkantoran akan mengalami kerusakan dan air bersih akan tercemar.


Sobat My Earth Planet, itulah sebagian imbas dari jika kita tak pandai menjaga alam lingkungan kita, tempat kita bernaung dan hidup di dalamnya, mungkin keserakahan kitalah penyebab dari semuanya, hingga kepuasan itu jauh dari diri kita seperti orang kehausan tetapi meminum air laut, sampai kapanpun dahaga tidak akan hilang. Jika kita terus melakukan hal demikian hanya untuk sekeping emas dan kepuasan harta, maka mungkin sebatang Pohon terakhirlah yang membuat kita sadar bahwa emas tak akan sebanding dengan sebatang pohon.


So, maka mulailah hidup dengan menjaga lingkungan, mulailah dengan hal yang kecil seperti menanam pohon dan menjaganya, jika hal ini masih tak mampu kita lakukan maka janganlah menebang pohon. Hidup lebih indah jika keseimbangan itu ada. (Arz* dengan ilmu seadanya)




0 comments:

Post a Comment

IRONIS, 10 HEWAN TERANCAM PUNAH DI INDONESIA

sobat My Earth Planet, Laju kepunahan spesies sepanjang 150 tahun belakangan ini sangat memprihatinkan. Banyak spesies mengalami evolusi dan punah secara alami sejak ratusan tahun yang lalu. Tetapi laju kepunahan belakangan ini jauh lebih tinggi dari laju kepunahan rata-rata pada skala evolusi di Planet Bumi. 


Laju kepunahan saat ini adalah 10 hingga 100 kali lipat laju kepunahan alami. Bila tingkat laju kepunahan terus berlanjut atau terus meningkat jumlah spesies yang menjadi punah dalam dekade berikut bisa berjumlah jutaan.



Seperti halnya Harimau Jawa, Harimau Bali, Kuau Bergaris Ganda, Tikus Hidung Panjang Flores dan Harimau Tasmania yang telah punah terlebih dahulu, Kesepuluh Hewan Langka Indonesia inipun kalau kita tidak menjaganya akan punah seperti mereka. 



Berikut 10 Hewan Langka Indonesia Terancam Punah seperti dilansir dari IUCN.




1. Badak Jawa



Badak Jawa

Badak Jawa atau Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota family Rhenocerotidae dan salah satu dari lima spesies badak yang ada di dunia. Spesies ini kini statusnya sangat kritis. Populasinya kini hanya tinggal 40-60 ekor yang semuanya hidup di Taman Nasional Ujung Kulon, Propinsi Banten.
Berkurangnya populasi Badak Jawa ini akibat pemburuan untuk diambil culanya yang sangat berharga untuk pengobatan Cina.




2. Badak Sumatera



Badak Sumatera

Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua (Decororhinus Sumatrensis) adalah anggota family Rhenocerotidae yang juga merupakan salah satu dari lima spesies badak yang masih hidup di bumi. Badak ini adalah spesies badak terkecil dari yang ada di dunia dengan tinggi sekitar 120-145 centimeter dengan panjang mencapai 250 centimeter serta beratnya yang bisa mencapai 500-800 kilogram.
Badak yang memiliki dua cula ini hanya hidup di Taman Nasional Kerinci Seblat (Bengkulu) dengan populasi saat ini hanya tinggal 100 ekor.



3. Orangutan Kalimantan



Orangutan Kalimantan

Orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus) adalah spesies asli orangutan Kalimantan. Spesies Hewan langka ini terancam punah akibat pengrusakan habitat asli mereka, kebakaran hutan, bencana el nino, penebangan liar, pemburuan secara liar serta perdagangan orangutan secara ilegal.
Sobat My Earth Planet, Menurut survey Red List IUCN yang dilakukan pada tahun 2003-2005 silam populasi orangutan Kalimantan yang hidup di areal 86.000 km persegi ini mencapai 45.000 - 69.000 ekor.  Namun sejak terjadinya penebangan hutan dan pembakaran hutan Kalimantan diperkirakan bahwa saat ini jumlah orangutan Kalimantan yang masih hidup di bawah angka-angka tersebut di atas.



4. Harimau Sumtera




Harimau Sumtera


Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di Pulau Sumatera. Harimau Sumatera adalah salah satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klarifikasi satwa krisis yang terancam punah. 



Dalam daftar merah yang dirilis oleh Badan Konservasi Dunia IUCN populasi Harimau Sumatera di alam liar dan taman-taman nasional di Sumatera, Indonesia diperkirakan antara 400-500 ekor saja.  




5. Jalak Bali



Jalak Bali

Jalak Bali (leucopsar rothschild) adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang sekitar 25 centimeter.  Jalak Bali ini mempunyai ciri-ciri khusus tersendiri seperti memiliki bulu yang putih diseluruh tubuhnya kecuali warna hitam dibagian ujung ekor dan sayapanya. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru cerah dengan kaki berwarna keabu-abuan. 
Burung Jalak Bali ini hanya bisa ditemukan dibagian barat Pulau Bali dengan populasi saat ini menurut Daftar List IUCN hanya sekitar 115 ekor yang hidup di penangkaran Nusa Penida dan Taman Nasional Bali Barat yang cukup menjanjikan. 




6. Macan Tutul Jawa



Macan Tutul Jawa

Macan Tutul Jawa (panthera pardus melas) atau macan kumbang adalah salah satu spesies dari Macan Tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi di Pulau Jawa, Indonesia.
Sebagian populasi Macan Tutul Jawa ini dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Berdasarkan hilangnya habitat asli mereka pada hutan, penangkapan liar serta daerah dan populasi dimana hewan ini ditemukan sangat terbatas. Macan Tutul Jawa dievaluasikan sebagai hewan langka yang terncam punah sejak tahun 2007  




7. Orangutan Sumatera



Orangutan Sumatera

Orangutan Sumatera (pongo abelli) adalah spesies orangutan terlangka di dunia. Orangutan Sumatera hidup pada hutan endemik di Sumatera. Orangutan Sumatera ini memiliki tinggi sekitar 4-6 kaki dengan berat mencapai 200 pon yang sekarang hanya hidup di hutan-hutan Nangroe Aceh Darusallam.
Survey yang dilakukan pada tahun 2004 diperkirakan masih tersisa 7.400 orang utan Sumatera yang masih hidup di alam liar. Terutama banyak hidup di Taman Nasional Gunung Leuser. Program pengembangbiakan telah dilakukan di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Propinsi Jambi dan Riau.  

8. Kanguru Pohon Wondiwoi



Kanguru Pohon Wondiwoi

Kanguru Pohon Wondiwoi (dendrolagus mayri) adalah salah satu hewan langka jenis kanguru pohon asal Papua yang terancam punah. Menurut Red List IUCN populasinya saat ini hanya sekitar 50 ekor saja.





9. Merak Hijau



Merak Hijau

Merak Hjau (pavo muticus) adalah salah satu burung dari spesies Merak. Merak Hijau mempunyai bulu yang indah berwarna hijau keemasan.  Hewan langka ini terancam punah akibat banyaknya habitat asli mereka yang hilang serta penangkapan liar yang terus berlanjut. Dalam Red List yang dikeluarkan oleh IUCN, populasi Merak Hijau hingga saat ini hanya tinggal 15.000 - 30.000 ekor saja.


10. Kakak Tua Maluku 



Kakak Tua Maluku

Kakatua Maluku (cacatua moluccensis) adalah burung berukuran sedang dengan panjang 52 centimeter dari genus cacatua. Burung ini mempunyai warna bulu putih bercampur warna merah jambu. Di kepalanya terdapat jambul besar berwarna merah jambu yang dapat ditegakkan. 
Endemik asli Indonesia ini hanya hidup dan daerah penyebarannya hanya berada di hutan primer dan sekunder di Pulau Seram, Ambon, Pulau Haruku dan Pulau Saparua. Sejumlah populasi Kakatua Maluku ini dilindungi di Taman Nasional Manusela, Pulau Seram.
Menurut Daftar Red List IUCN pada tahun 2007, Burung Kakak Tua Maluku ini tinggal 9.640 ekor yang hidup di alam liar.   
Nah itulah Kesepuh Hewan Langka Inonesia Yang Terancam Punah dari muka bumi ini jika kita tidak menjaga dan melestarikannya dari sekarang. 

Sumber:wikipedia, iucn

0 comments:

Post a Comment